(0741) 40131 jambipta@gmail.com

GEDUNG PTA OK

Berbeda pendapat itu keniscayaan dan sah-sah saja, yang lebih  penting adalah merawat persatuan (ukhuwwah).

Secara bahasa salafi berarti sesuatu yang sudah berlalu. Menurut para ulama, kata salaf dalam pengertian ini adalah faham yang mengarah pada memelihara dan memegang teguh dalil secara dhohir atau tekstual,  tanpa memberi ta'wil  dari Al-Qur'an maupun As-Sunnah, walaupun dipandang musykil (sulit dimengerti dan dipahami makna harfiah).

Kawan-kawan salafi berkeyakinan bahwa hanya Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai sumber ajaran yang sah untuk dijadikan rujukan dalam beribadah, sesuai dengan Surat Al-Maidah, ayat 3. Dengan berdasar pada Surat Al-Maidah tersebut, maka ruang untuk ijtihad dan akulturasi adat dan budaya tertutup rapat.

Lebih mudahnya, salafi merupakan pemikiran dan punya tafsir sendiri atas ajaran Islam, dengan dalih untuk memurnikannya.

Pemurnian Islam yang dimaksud menurut mereka adalah memurnikan Islam dari bentuk-bentuk mistik, doktrin perantara (washilah atau tawasul), rasionalisme, dan ajaran yang mereka anggap bid'ah, seperti maulid Nabi, ziarah kubur, tahlilan, selamatan dan lain-lain.

Dalam masalah tauhid, faham salafi menganut faham jismiah, seperti mengatakan bahwa Allah swt mengambil arah dan tempat dan bersemayam di atas Arsy, padahal Allah swt mempunyai sifat mustahil  yang menyerupai makhluk-Nya.

Tokoh utama dari gerakan pemurnian ajaran Islam atau yang disebut dengan Pan Islamisme ini dipelopori oleh Muhammad Abduh, 1849 M-1905 M, dari Mesir, Jamaluddin Al-Afghani, 1838 M-1897 M, dari Afganistan, dan Rasyid Ridlo 1865 M-1935 M, dari Lebanon.

Sementara di Arab Saudi gerakan pemurnian ajaran Islam dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab 1703 M-1792 M dari Nejd.

Jika benar Salafi-Wahabi mengikuti ucapan generasi salaf (Sahabat, Tabiin dan Tabi'i Tabi'in), ternyata Salafi-Wahhabi faktanya justru lebih banyak mengikuti ujaran atau pendapat Ibnu Taymiyyah yang lahir pada 1263 M -1328 M, yang jelas bukan termasuk dari generasi salaf.

Wahabi  adalah nama faham keagamaan, yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab,  1703 M-1792 M, sementara ajarannya bernama salafi.

Yang menimbulkan kemusykilan dan pertanyaan adalah , hadits yang sudah dikatagorikan shohih oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Baihaqi, Imam Tirmidzi, dan ulama hadits lainnya harus ditaskhih dulu oleh Nashiruddin Al-Bani  1914 M-1999 M yang hidup di masa belakangan ini.

Semoga menambah wawasan.

Wallahu a'lam bi showab

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart

Jambi, 23 Januari 2025

Dr. Chazim Maksalina, M.H.