
Sebagai warga besar provinsi Jambi, penulis (meskipun pendatang) dan kita harus merasa bangga dan layak bersyukur, karena pada hari ini Selasa 6 Januari adalah hari jadi yang ke 69 Provinsi Jambi. Pada usia ini tentu menunjukkan usia kematangan bukan hanya jargon. Masyarakat tidak lagi menagih janji tapi pemerintah harus memberi bukti.
Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan arah pembangunan melalui visi Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan 2029. Program prioritas dan Pro Jambi dirancang cukup komprehensif: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga penguatan nilai sosial dan keagamaan.
Namun, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab pada usia ke-69 ini adalah: Sejauh mana program-program itu benar-benar dirasakan oleh rakyat hingga ke dusun, lorong, dan desa terpencil?
Di sana sini masih dijumpai ada jalan provinsi yang rusak bertahun-tahun. Masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan meski BPJS digaungkan. Masih ada pelaku UMKM yang kesulitan modal dan pasar, serta anak-anak Jambi yang harus berjuang ekstra untuk mendapatkan pendidikan layak karena keterbatasan sarana.
Semua itu hal yang lumrah, sebagai upaya pemerintah provinsi yang terus membangun.
Di sinilah letak tantangan terbesar Pemerintah Provinsi Jambi: menjembatani visi besar dengan realita lapangan.
Program Pro Jambi
Program unggulan Pro Jambi-Cerdas, Sehat, Berdaya, Responsif, dan Agamis memiliki niat baik dan arah yang tepat. Namun, program sebaik apa pun akan kehilangan makna jika tidak dikawal dengan pengawasan ketat, eksekusi yang konsisten, dan keberanian melakukan koreksi.
Masyarakat Jambi hanya ingin kehadiran negara terasa dalam hidup mereka sehari-hari.
Selam penulis tinggal di Jambi, dapat melihat dan merasakan langsung geliat pembangunan apakah jalan, jembatan, infra struktur lainnya yang patut diapresiasi. Namun, infrastruktur bukan hanya soal aspal dan beton. Infrastruktur yang lebih penting adalah akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jalan yang bagus harus bermuara pada turunnya biaya logistik, naiknya harga hasil tani, dan mudahnya anak desa pergi sekolah.
HUT ke-69 Provinsi Jambi sudah seharusnya menjadi momen refleksi bersama, bukan sekadar perayaan seremonial. Pemerintah perlu lebih berani membuka ruang evaluasi, menerima kritik, dan mendengar suara masyarakat akar rumput.
Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari tebalnya dokumen perencanaan, melainkan dari senyum petani, tenangnya ibu yang bisa berobat, dan harapan anak muda yang mendapat pekerjaan layak di tanah kelahirannya sendiri.
Menuju Jambi Mantap yang Nyata
Jambi Mantap tidak boleh berhenti sebagai konsep. Ia harus hadir sebagai pengalaman nyata rakyat. Usia 69 tahun adalah momentum untuk menegaskan satu hal penting, pemerintahan yang kuat bukan yang paling lantang berbicara, tetapi yang paling nyata bekerja dan dirasakan rakyatnya.
Jika sinergi benar-benar diwujudkan, dan program tidak hanya hidup di atas kertas, maka HUT ke-69 ini akan tercatat bukan sekadar sebagai peringatan usia, tetapi sebagai titik balik menuju Jambi Mantap yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Provinsi Jambi.
Provinsi Jambi memasuki 69 tahun, tepatnya 6 Januari 1957- 6 Januari 2026. Usia yang sudah dewasa bahkan sudah memasuki lansia kalau bagi manusia. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di usia 69 tahun sungguh berkembang pesat. Bahkan menurut pengamatan penulis, dari segala sudut kota yang tampak adalah pusat perbelanjaan dan bisnis serta ruko yang sangat menjamur. Ini menggambarkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta bisnis di Provinsi Jambi tidak terlepas dari visi “Jambi MANTAP”, di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi Periode 2021 - 2024- 2029 H Al Haris - KH Abdullah Sani.
Provinsi Jambi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 dengan mengusung tema "Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029". Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, merata, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Di usia ke-69, Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan perekonomian daerah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Jambi Mantap 2029: Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah, dan Profesional (MANTAP).
Sesuai dengan tema HUT ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 "Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029" merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen mewujudkan visi pembangunan Provinsi Jambi yang dinamakan Visi Jambi MANTAP Jilid II.
Penulis sebagai pendatang, yang berdomisili di Kabupaten Bogor yang paling dirasakan kemudahan tinggal di Jambi adalah transportasi yang sangat lancar, khususnya penerbangan Jakarta - Jambi atau sebaliknya yang dalam satu hari bisa lebih dari tujuh kali penerbangan. Bahkan lebih dari itu jika diperlukan dalam satu hari kita bisa pulang pergi Jakarta Jambi.
Enam bulan di Jambi penulis merasa seperti tinggal at home di Jawa, masyarakatnya humble ramah yang menjadi ciri masyarakat Indonesia pada umumnya.
Akhirnya dengan hari ulang tahun Jambi ke 69 kita mangayu bagyo semoga pembangunan Provinsi Jambo semakin MANTAP dan kesejahteraan masyarakat provibsi Jambi semakin meningkat. Selamat Ulang Tahun Jambi ke 69 2026.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Jambi, 6 Januari 2025
Dr. Chazim Maksalina, M.H.