(0741) 40131 jambipta@gmail.com

GEDUNG PTA OK

Mengawali tulisan ini sebagaimana kita telah mengidentifikasi nama-nama lain bulan Ramadan pada tulisan sebelumnya, maka penulis memilih lebih dulu bulan Ramadan sebagai syahrul Qur'an bulan Al Qur'an. Karena begitu bermaknanya Al Qur'an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.

Apa maksud dari Ramadhan bulan Al-Quran? Ramadhan dikenal dengan banyak nama. Salah satunya Ramadhan bulan Al-Quran atau syahrul Qur'an.

Disebut sebagai syahrul Qu'ran, tentu ini bukan sekedar penamaan biasa. Pun demikian bentangan keterangan Nabi SAW yang terangkum dan tercatat dalam kitab-kitab hadist para ulama. Bahkan merekam bagaimana interaksi Nabi dengan malaikat Jibril terkait dengan pendalaman dengan bacaan Al-Quran.

Sebagaimana Firman Allah SWT, artinya:"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)" (QS Al Baqarah : 185)

Dalam ayat di atas, dijelaskan Al-Qur'an merupakan petunjuk. Al-Qur'an merupakan kitab petunjuk yang memiliki keistimewaan, selain sebagai kitab penyempurna dari kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelumnya, juga sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Bulan Ramadan ini menjadi mulia karena Al-Qur'an diturunkan di dalamnya, bukan sebaliknya karena bulan ini mulia, maka Al-Qur'an diturunkan. Oleh karenanya, Ramadan juga dikenal dengan istilah Syahrul Quran.

Malaikat Jibril AS pun mengajarkan Al-Qur’an pada Nabi Muhammad saw pada bulan ini, sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas RA ia berkata: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin." (HR. Bukhari)

Dari riwayat ini, dapat diambil hikmah, bahwa setiap bulan Ramadan, malaikat Jibril semaan Al Qur'an dengan Nabi Muhammad saw. Adakalanya malaikat Jibril yang membaca Al Qur-an Nabi saw mendengarkan atau Nabi  saw yang membacakan dan malaikat Jibril yang menyimak. Dari sinilah umat Islam mengikuti jejak Nabi saw dalam bertadarus Al-Qur'an di malam atau hari-hari dalam Ramadan. Cara baca dengan semaan menyendiri di kalangan umat.

Selain keistimewaan bulan Ramadhan dari dua dasar di atas, para ulama pun menghatamkan al-Quran di bulan ini lebih banyak dari bulan-bulan lainnya.

Al-Qur'an menjadi pedoman hidup bagi umat Islam, mengajarkan nilai-nilai moral, etika, hukum-hukum, dan ajaran-ajaran spiritual yang membimbing umat manusia menuju kebaikan dan keselamatan.

Dengan Al-Qur'an sebagai sumber petunjuk dan pencerahan, umat Islam diajak untuk mendalami dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya selama bulan Ramadhan dan sepanjang tahun sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah swt.

Karena perannya, Al-Qur'an mengandung isi pokok yang lengkap, kompleks dan berlaku sepanjang zaman. Secata garis besar isi kandungan Al-Qur'an terdiri dari enam hal, yaitu akidah, ibadah dan muamalah, hukum, sejarah, akhlak, dan ilmu pengetahuan.

Isi Kandungan Alquran

1. Akidah

Akidah secara bahasa berarti keyakinan. Sedangkan secara istilah artinya suatu kepercayaan yang harus diyakini dengan sepenuh hati, dinyatakan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

Inti pokok dari akidah adalah tauhid atau keyakinan penuh akan keesaan Allah swt. Seseorang hendaknya tidak meragukan lagi keesaan dan kebesaran Allah, Tuhan alam semesta. Selain itu, konsep keimanan ini juga berlaku pada rukun iman lainnya. Adapun rukun iman tersebut adalah iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman kepada rasul, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada takdir baik buruk Allah.

Termasuk dalam bagian akidah adalah kanji dan ancaman Allah swt kepada hamba-Nya, yang mengerjakan semua perintahNya dan yang menjauhi segala larangan Allah swt. 

2. Ibadah dan Muamalah

Eksistensi manusia di muka bumi ini tentu karena kuasa Allah swt. Kuasa Allah sebagai pencipta menjadikan-Nya satu-satunya zat yang pantas untuk disembah.

Untuk itu setiap manusia diperintahkan untuk menyembah Allah dengan melakukan ibadah. Artinya, manusia diperintahkan untuk menyembah atau mengabdi sepenuhnya kepada Allah SWT dengan tunduk, taat, dan patuh kepada-Nya.

Selain beribadah, manusia juga memiliki kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan manusia lain. Untuk itu, Allah mengatur hubungan antar manusia dalam Al-Qur'an yang disebut muamalah.

3. Hukum

Hukum dalam Al-Qur'an berisikan kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan dasar serta menyeluruh bagi umat manusia.   

Hukum ini dapat mebgantarkan hidup manusia menjadi lebih tentram, adil, dan sejahtera.

Adapun hukum yang tercantum dalam Al-Qur'an meliputi hukum perkawinan, hukum waris, hukum perjanjian, hukum pidana, hukum perang, dan hukum antar bangsa.

4. Sejarah

Al-Qur'an mengungkapkan sejarah dan cerita masa lalu untuk dijadikan pelajaran ('ibrah) bagi umat manusia. Pelajaran ini bisa menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan agar senantiasa diridhoi Allah swt.

Banyak diceritakan kisah para sahabat yang memiliki akhlak baik, senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan begitu pula sebaliknya, supaya manusia bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

5. Akhlak

Isi kandungan yang tak kalah penting untuk dijadikan pedoman manusia adalah akhlak. Secara istilah, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia dan muncul secara spontan dalam tingkah laku sehari-hari.

Figur yang bisa dijadikan suri tauladan bagi umat Islam adalah Rasulullah saw. Sebab, kepribadian beliau bersumber langsung pada Alquran. Dengan mengikuti akhlak Rasulullah, seorang Muslim akan menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan jauh dari akhlak tercela.

6. Ilmu Pengetahuan

Al-Qur'an banyak mengandung ayat yang mengisyaratkan ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Ilmu ini sangat potensial untuk kemudian dikembangkan guna kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia.

Ayat yang pertama kali diturunkan Allah adalah Al-Alaq , yang memerintahkan umat Islam untuk membaca sebagai jembatan utama untuk mendalami ilmu pengetahuan. Ini mengisyaratkan Al-Qur'an ada sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi manusia.

Wallahu a'lam bi showab

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart

Jambi, 20 Februari 2026

Dr. Chazim Maksalina, M.H.